Tuesday, July 12, 2016

Alkitab : Bumi Datar dan Tidak Bergerak

Selama kurang lebih 500 tahun kita telah didoktrin bahwa matahari adalah pusat tata surya dan bahwa bumi ini berputar pada porosnya dengan kecepatan sekitar 1500 km/jam sambil mengorbit matahari dengan kecepatan yang luar bisa kencang yaitu 107.000 km/jam [angka-angka ini tidak pasti dan terus berubah]. Kita juga diajarkan bahwa bumi ini adalah sebuah planet yang bentuknya seperti bola, namun apakah semua ini sesuai dengan Alkitab? Jangan terkejut karena Alkitab berkata bahwa bumi ini sama sekali tidak bergerak dan berdasarkan fakta-fakta yang ada, bumi ini bukanlah sebuah benda yang bulat, bumi ini datar!

Orang-orang Israel kuno membagi dunia menjadi surga, bumi, lautan, dan Dunia bawah. Mereka memandang langit sebagai sebuah kubah yang terletak diatas pondasi – seperti pegunungan – dengan pintu-pintu dan tingkap-tingkap yang melewatkan hujan. Eloah tinggal di surga di atas langit, tersembunyi di dalam awan kemuliaan. Dunia dipandang sebagai sebuah lempengan yang terapung di atas perairan, yang dikokohkan atau ditambatkan dengan tiang-tiang. Bumi adalah satu-satunya hunian yang dikenal – wilayah yang ada diatasnya itu dianggap tidak dapat diketahui. Dunia bawah (Sheol) adalah sebuah penjara berair atau berlumpur yang dari situ tak seorangpun perna kembali. Dianggap sebagai sebuah tempat fisik yangada di bawah bumi, tempat itu hanya dapat dijangkau melalui kematian.






Dari Pandangan Alkitab



Kebenaran bahwa bumi datar dan tidak bergerak adalah sebuah fakta yang akan ditolak oleh 99,9% orang pada zaman sekarang, karena seumur hidup dari sejak kita masih kanak-kanak kita sudah diajar bahwa bumi ini adalah sebuah bola bulat yang bergerak mengelilingi matahari.

Saya berdoa semoga para pembaca artikel ini mau mempelajari perihal ini lebih dalam dengan fikiran yang terbuka dan dengan hati yang tulus. Jangan menolak apapun tanpa melakukan penyelidikan yang menyeluruh, dan berkomitmenlah untuk mengikuti bukti-bukti yang ditemukan kemanapun hal itu menuntun.

Orang yang paling bijaksana adalah dia yang mengetahui dengan baik Alkitabnya, dan hidup sesuai dengan ajaran-ajaran kitabnya itu. Ada lebih banyak ilmu pengetahuan nyata yang akan ditemukan di dalam Alkitab, khususnya dalam kitab Kejadian, Ayub, Mazmur, Amsal, Pengkhotbah, Yesaya, dan Yehezkiel, melebihi yang dapat diperoleh dari semua Universitas dan Observatorium yang ada di dunia ini.




Menurut Alkitab bumi ini tidak bergerak

Gemetarlah di hadapan-Nya hai segenap bumi; sungguh stabil dunia, tidak bergeser dari tempatnya. (1 Tawarikh 16:30, KJV)

Yahuwah adalah Raja, Ia berpakaian kemegahan, Yahuwah berpakaian, berikat pinggang kekuatan. Sungguh, stabil dunia, tidak bergeser dari tempatnya. (Lihat Mazmur 93:1).

Katakanlah di antara bangsa-bangsa: “Yahuwah itu Raja! Sungguh stabil dunia, tidak bergeser dari tempatnya. Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran. (Lihat Mazmur 96:10).

Pujilah Yahuwah, hai jiwaku! Yahuwah, Elohimku, Engkau sangat besar! Engkau yang berpakaian keagungan dan semarak. . . . Yang telah mendasarkan bumi di atas tumpuannya, sehingga takkan goyang untuk seterusnya dan selamanya. (Lihat Mazmur 104:1, 5).



Langit adalah kubah pelindung Bumi


Menurut Alkitab langit atau cakrawala diciptakan untuk memisahkan air yang ada dibawah cakrawala itu dan air yang ada di atasnya.

Berfirmanlah Elohim: “Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air.” Maka Elohim menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian.
Lalu Elohim menamai cakrawala [H7549 – râqı̂ya‛] itu langit [H8064 – shâmayim]. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua.. (Lihat Kejadian 1:8).
Kata yang diterjemahkan sebagai “cakrawala” di sini adalah H7549 (râqı̂ya‛) yang akar katanya adalah H7554 (râqa‛):

Menurut kamus Ibrani H7549 – râqı̂ya‛ adalah:
  • permukaan yang dikembangkan (padat), hamparan, cakrawala
  • hamparan (datar sebagai dasar, penyokong)
  • cakrawala (kubah langit yang menyokong air yang ada di atas)
  • diyakini oleh orang Ibrani sebagai sesuatu yang padat dan menyokong ‘air’ yang ada di atas
ada air di bawah cakrawala dan juga ada di atas cakrawala

Pujilah Dia, hai langit yang mengatasi segala langit, hai air yang di atas langit! (Mazmur 148:4, KJV)


Langit bentuknya padat dan keras dan memiliki pintu

Dapatkah engkau seperti Dia membentangkan cakrawala, yang keras seperti cermin tuangan? (Ayub 37:18, KJV)
Langit adalah sebuah kubah pelindung bumi yang tidak dapat ditembus oleh apapun, apapun yang akan masuk ke dalam bumi harus melalui pintu-pintu langit itu, dan bahkan untuk melihat sesuatu yang ada di atasnya, langit itu harus terbuka terlebih dahulu sesuai dengan ketetapan Bapa di surga.
. . . pada hari itulah terbelah segala mata air samudera raya yang dahsyat dan terbukalah tingkap-tingkap di langit [Kej. 7:11].
Ditutuplah . . . tingkap-tingkap di langit dan berhentilah hujan lebat dari langit [Kej. 8:2].
… terbukalah langit dan aku melihat penglihatan-penglihatan tentang Elohim [Yeh 1:1].
Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yahushua juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit [Luk. 3:21]


Sebuah ayat yang biasa diartikan salah

Dia yang bertakhta di atas lingkaran [H2329 – chûg] bumi yang penduduknya seperti belalang; Dia yang membentangkan langit seperti kain dan memasangnya seperti kemah kediaman. (Yesaya 40:22, KJV)

Dalam Alkitab bahasa Indonesia terjemahan LAI kata lingkaran disini adalah “bulatan”. Namun dalam bahasa aslinya kata yang digunakan adalah H2329 (chûg). Ini secara harfiah berarti lingkaran, keliling, atau kompas, dan jika diperluas dapat merujuk pada kubah langit. Kata ini tidak berarti “bola” atau “bulatan”.

Berdasarkan Kamus Ibrani,  H2329 – chûg adalah:
  • lingkaran, keliling, kompas
  • kubah (dari langit)

H2329 (chûg) sama sekali tidak menunjuk pada sebuah bola atau bulatan. Yesaya, di bawah ilham ilahi, telah dengan sengaja menggunakan pilihan kata ini.

Adalah penting untuk dicatat di sini bahwa H2329 (chûg) dapat merujuk pada “kubah langit” yang, dalam konteks, paling cocok digunakan dalam penggunaannya dalam ayat ini. Mari kita lihat kembali:

Dia yang bertakhta di atas lingkaran [H2329 – chûg] bumi yang penduduknya seperti belalang; Dia yang membentangkan langit [H8064 – shâmayim] seperti kain dan memasangnya seperti kemah kediaman. (Yesaya 40:22, KJV)

Ayat ini mengatakan bahwa Yahuwah bertakhta di atas kubah langit di atas Bumi dan bahwa dari sudut pandang-Nya, penghuni bumi nampak seperti belalang. Yahuwah, tentu saja, adalah Pribadi yang Mahahadir dan tidak perlu membelalakkan mata-Nya untuk melihat para penduduk bumi, tapi gambaran yang Yesaya lukiskan sudah sangat jelas.

Ayat ini juga memberitahu kita bahwa Yahuwah membentangkan langit [H8064 – shâmayim] seperti sebuah “kain tirai” dan mengembangkannya seperti sebuah “tenda”. Kata yang digunakan di sini untuk menunjukkan “langit” adalah kata yang sama yang digunakan dalam kitab Kejadian untuk mengidentifikasi cakrawala:

Lalu Elohim menamai cakrawala [H7549 – râqı̂ya‛] itu langit [H8064 – shâmayim]. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua.. (Lihat Kejadian 1:8).

Apa yang Yesaya sampaikan kemudian adalah bahwa Bapa Yahuwah bertakhta di atas (atau berada di atas) cakrawala yang membentang di atas bumi seperti sebuah tenda. (Kitab Suci secara berkesinambungan mengatakan bahwa Yahuwah membentangkan langit, atau shâmayim: Mazmur 104:2, Ayub 9:8, Yes. 40:22; 42:5; 44:24; 45:12; 51:13, Yer. 10:12; 51:15, Zak. 12:1).

Elifas, dalam kitab Ayub, setuju dengan penafsiran ini, karena ia mengatakan bahwa Yahuwah berjalan pada chûg (H2329), kata yang sama yang digunakan oleh Yesaya untuk menunjukkan kubah langit:

Awan meliputi Dia, sehingga Ia tidak dapat melihat; Ia berjalan-jalan sepanjang lingkaran [H2329 – chûg] langit [H8064 – shâmayim]. (Ayub 22:14, KJV)

Elifas jelas percaya bahwa Yahuwah berdiam [tinggal] di puncak cakrawala.

Bukankah Elohim bersemayam di langit [H8064 – shâmayim] yang tinggi? Lihatlah bintang-bintang yang tertinggi, betapa tingginya! (Lihat Ayub 22:12.)

Salomo, memperkuat apa yang telah kita pelajari sejauh ini dari pena Musa, Yesaya, dan penulis kitab Ayub:

Ketika Ia mempersiapkan langit [H8064 – shâmayim], aku di sana, ketika Ia menggaris kaki langit [H2329 – chûg] pada permukaan air samudera raya, ketika Ia menetapkan awan-awan di atas, dan mata air samudera raya meluap dengan deras, ketika Ia menentukan batas kepada laut, supaya air jangan melanggar titah-Nya, dan ketika Ia menetapkan dasar-dasar bumi. (Amsal 8:27-29, KJV)

Di sini, sekali lagi, kita menemukan kata yang sama yang digunakan untuk mengidentifikasi cakrawala, atau langit: chûg (H2329)

“Pujilah Dia, hai matahari dan bulan, pujilah Dia, hai segala bintang terang! Pujilah Dia, hai langit yang mengatasi segala langit, hai air yang di atas langit! . . . sebab hanya nama-Nya saja yang tinggi luhur, keagungan-Nya mengatasi bumi dan langit”. (Mazmur 148:3-4, 13).

Salomo, pada ayat di atas, menyampaikan ulang apa yang Yahuwah lakukan selama minggu Penciptaan (Lihat Kejadian 1: 2). Secara konteks, tampak bahwa Salomo sedang berbicara secara khusus tentang di mana cakrawala secara fisik bersandar pada permukaan air samudera raya, karena ia mengatakan dengan jelas setelah membicarakan tentang persiapan langit [H8064 – shâmayim] ketika chûg (H2329) ditetapkan “pada permukaan air samudera raya”. Penafsiran lain yang sangat wajar adalah bahwa Salomo, di sini, mengacu pada lingkaran luar es yang dibentuk oleh Yahuwah mengandung lautan, karena ia melanjutkan dengan mengatakan bahwa:

Dia menentukan batas kepada laut, supaya air jangan melanggar titah-Nya, dan ketika Ia menetapkan dasar-dasar bumi. (Amsal 8:29, KJV)


Terlepas dari penafsiran mana dari salah satu ini yang dipegang oleh seseorang, satu hal yang pasti: tidak ada satupun bagian alkitab yang mengisyaratkan bahwa bumi adalah sesuatu yang bulat. Semua referensi Alkitab yang dikaji sejauh ini dengan tidak terbantahkan menggambarkan bahwa bumi itu datar dan tertutup oleh cakrawala di langit.

Bumi Datar

Dalam Kitab Daniel, rincian dari mimpi nubuatan Nebukadnezar menunjukkan bahwa bumi itu datar:


Adapun penglihatan yang kudapat di tempat tidurku itu, demikian: di tengah-tengah bumi ada sebatang pohon yang sangat tinggi; pohon itu bertambah besar dan kuat, tingginya sampai ke langit, dan dapat dilihat sampai ke ujung seluruh bumi. (Daniel 4:10-11, KJV).




Nebukadnezar mengatakan bahwa ia memimpikan sebuah pohon yang tumbuh begitu tinggi sehingga pohon itu dapat “dilihat sampai ke ujung seluruh bumi”. Walaupun ini hanyalah sebuah mimpi, namun masih tetap menjadi indikasi dari bumi yang datar, karena hanya pada bentuk bumi yang datar hal ini akan menjadi mungkin. Konsep ini akan menjadi sebuah ucapan yang mustahil pada model yang bulat.

Menurut Yohanes sang Pewahyu:


  1. Bintang-bintang akan berjatuhan ke Bumi. (Lihat Wahyu 6:13). Yohanes, seperti nabi-nabi lain yang menjelaskan tentang topik ini, jelas tidak percaya bahwa bintang-bintang memiliki ukuran raksasa (lebih besar dari bumi) yang berada jutaan mil jauhnya. Jika ini terjadi, sebagaimana yang astronomi moderen maksudkan, dampak dari satu bintang akan cukup untuk memusnahkan seluruh bumi. Perhatikan juga bahwa Yohanes mengatakan bintang-bintang “jatuh” ke bumi; dia tidak mengatakan bahwa bintang-bintang meluncur ke arah Bumi.
  2. Langit kemudian akan digulung seperti gulungan kitab. (Lihat Wahyu 6:14). Hal ini sesuai dengan penggambaran di semua kitab mengenai langit yang terbentang seperti kain tirai atau tenda. Penjabaran ini akan menjadi sangat tidak masuk akal jika bumi itu bulat.
  3. Semua orang di Bumi akan melihat Yahushua datang dalam kemuliaan. (Lihat Wahyu 1:7). Ini masuk akal pada bumi datar, tapi tidak mungkin jika bumi itu bulat.
  4. Orang-orang jahat yang tidak bertobat akan berusaha untuk menyembunyikan diri dari “murka Anak Domba” dan “dari hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu”. (Lihat Wahyu 6:15-16). Ketika langit digulung kembali “seperti gulungan kitab”, orang fasik akan memandang wajah-Nya yang duduk di atas takhta (di atas kubah langit, atau “lingkaran [H2329- chûg] bumi” Yes. 40:33), dan akan berusaha untuk menyembunyikan diri.


Benda-benda langitlah yang bergerak, bukan Bumi.

Lalu Yosua berbicara kepada Yahuwah pada hari Yahuwah menyerahkan orang Amori itu kepada orang Israel; ia berkata di hadapan orang Israel: “Matahari, berhentilah di atas Gibeon dan engkau, bulan, di atas lembah Ayalon!“


Maka berhentilah matahari dan bulanpun tidak bergerak, sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Bukankah hal itu telah tertulis dalam Kitab Orang Jujur? Matahari tidak bergerak di tengah langit dan lambat-lambat terbenam kira-kira sehari penuh. (Lihat Yosua 10:12-13).

Ayat ini sudah sangat jelas: “matahari tidak bergerak ditengah  langit”. Yosua memerintahkan matahari dan bulan untuk berhenti di langit. Dia tidak memerintahkan bumi untuk berhenti berputar. Sebagai para pelajar Alkitab yang jujur, kita harus mengakui kejelasan ayat ini. Yahuwah mengharamkan kita memutarbalik Kitab Suci dengan menyetujui teori pseudo-ilmiah manusia milik Copernicus (berpusat di matahari), yang bertentangan dengan Kitab Suci mulai dari kitab Kejadian. Ilmu Pasti (yang dapat diuji dan diamati) membenarkan fakta dari Bumi yang statis: Percobaan-percobaan, dan Dugaan Efek Koriolis.

Dalam kitab Yesaya, kita memiliki catatan terilhami mengenai bagaimana Yahuwah menyebabkan matahari mundur di langit, menyebabkan bayangan matahari bergerak mundur:


Sesungguhnya, bayang-bayang pada penunjuk matahari buatan Ahas akan Kubuat mundur ke belakang sepuluh derajat yang telah dijalaninya. Maka pada penunjuk matahari itu mataharipun mundurlah ke belakang sepuluh derajat dari jarak yang telah dijalaninya. (Yesaya 38:8, KJV)

Yesaya mengatakan dalam bahasa yang jelas bahwa “matahari mundur sepuluh derajat”. Tidak ada pertanyaan tentang hal itu; Yesaya percaya bahwa mataharilah yang bergerak, bukan Bumi.

Yahuwah mengharamkan kita untuk membuat kesaksian para nabi tunduk kepada teori manusia penipu yang sesat.

Raja Daud juga percaya bahwa mataharilah yang bergerak:


Langit menceritakan kemuliaan Elohim, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya; hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam. Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar; tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi. Ia memasang kemah di langit untuk matahari, yang keluar bagaikan pengantin laki-laki yang keluar dari kamarnya, girang bagaikan pahlawan yang hendak melakukan perjalanannya. Dari ujung langit ia terbit, dan ia beredar sampai ke ujung yang lain; tidak ada yang terlindung dari panas sinarnya. (Lihat Mazmur 19:1-6).



Bukti Empiris mendukung Bumi datar:

Di bawah ini, kita secara singkat akan bersentuhan dengan beberapa bukti empiris yang mendukung Bumi Datar. Bukti-bukti ini tidak dimaksudkan untuk menjadi sebuah daftar yang lengkap. Adalah bukan tujuan kami di sini untuk menghadirkan rincian besar mengenai perihal ini, karena sudah ada sejumlah besar informasi yang tersedia secara online bagi mereka yang jujur ​​mencari kebenaran.

Jelas tidak ada kelengkungan: Jika Bumi adalah sebuah bola yang memiliki lingkaran 25.000 mil seperti yang diklaim oleh NASA, maka permukaan air seharusnya melengkung ke bawah 8 inci per mil dikalikan dengan kuadrat jaraknya. Ini berbanding lurus dengan penurunan jarak pandang pada tingkat ketinggian obyek yang jauh. Eksperimen yang tak terhitung jumlahnya telah dilakukan untuk menguji hal ini, tapi semua telah gagal untuk menunjukkan adanya kelengkungan. Air selalu selevel dengan sempurna. Tidak melengkung. (Beberapa contoh)

Fakta bahwa para surveyor, teknisi, arsitek, perwira angkatan laut, dll. tidak mempertimbangkan kelengkungan bumi ketika merancang/merencanakan proyek-proyek mereka (Walaupun beberapa orang mengklaim bahwa jembatan tertentu dibangun dengan kelengkungan dalam pikiran, kesalahan dari pendapat ini menjadi jelas ketika seseorang menyadari bahwa air yang ada di bawah jembatan tidak mengikuti kelengkungan jembatan itu. Air selalu menemukan levelnya sendiri; dan itu tidak pernah melengkung).

Fakta bahwa pilot pesawat tidak perlu terus-menerus mencondongkan hidung pesawat mereka ke bawah untuk menjaga mereka tetap berada di ketinggian yang sama dan mencegah mereka terbang ke luar angkasa (yang akan benar-benar diperlukan jika mereka terbang ratusan mil per jam pada sebuah benda bulat).



Fakta bahwa sungai-sungai mengalir melalui jalur yang memiliki rintangan paling kecil, tetapi ditemukan di banyak tempat di dunia sungai mengalir ke atas dan naik melewati bermil-mil ketinggian (Contoh: Sungai Mississippi harus naik 11 mil sebelum mencapai Teluk Meksiko).

Walaupun pernah ada pikiran bahwa kelengkungan Bumi (atau air) yang menyebabkan lambung kapal menghilang saat mereka melakukan perjalanan menjauh dari yang melihatnya, kita sekarang tahu bahwa ini hanya karena “hukum cara pandang”. Seluruh kapal yang telah lama menghilang dari pandangan mata telanjang dapat dengan mudah didekatkan kembali dalam pandangan dengan bantuan teleskop atau alat pembesar yang serupa.

Gravitasi belum pernah dibuktikan; gravitasi harus diterima dengan iman demi mendukung model bumi bulat. Gravitasi adalah sesuatu yang telah kita terima begitu saja sebagai kebenaran ketika kita masih anak-anak (karena kita telah didoktrin/dicuci otaknya oleh sistem “pendidikan”), namun pada kenyataannya, teori ini sangat tidak masuk akal. Apakah kita benar-benar percaya bahwa ada kekuatan magis yang disebut “gravitasi” yang begitu kuat melampaui fikiran sehingga dapat memaku seluruh lautan ke Bumi, namun tidak dapat mengatasi awan asap yang paling kecil atau bahkan serangga bersayap terkecil? Apakah kita benar-benar percaya bahwa kekuatan khayalan yang disebut “gravitasi” ini bisa membuat hujan terbalik atau menyebabkan tanaman tumbuh menyamping? …semuanya tanpa kita menyadarinya? (Kebetulan, mereka yang mempromosikan teori gravitasi juga mengatakan bahwa bumi menggelinding 1.000 mil per jam, saat mengitari matahari dengan kecepatan 67.000 mil per jam, dan melaju melalui alam semesta pada kecepatan 420.000 mil per jam. Namun, anda tidak merasakan bahkan sedikit pun gerakan saat anda duduk di depan komputer anda membaca artikel ini. Ini tidak masuk akal). Pseudo-ilmiah moderen pada dasarnya mengatakan “Abaikan Alkitab anda, indra anda, pemikiran anda, dan semua data yang teruji, teramati dan telah berulang kali diambil… dan percayalah dengan membabi buta pada apa yang diberitahukan oleh buku cetak anda”. Mereka yang memiliki kewenangan duniawi mengetahui dengan baik bahwa, “Jika anda mengatakan kebohongan yang cukup besar dan menceritakannya cukup sering, maka itu akan dipercaya”. (Adolf Hitler) Jangan salah; Musuh memiliki sebuah agenda. (Sebuah video singkat: Gravitasi atau Berat Jenis?)



Ufuk atau kaki langit selalu muncul di depan mata pengamat (bahkan ketika naik terbang dengan menggunakan pesawat pada ketinggian 30.000 kaki di atas bumi). Tidak pernah ada titik di mana pengamat harus melihat ke bawah untuk menemukan ufuk dari lengkungan bulatan. Ufuk atau kaki langit akan selalu terlihat datar secara sempurna.




Kesulitan yang dituliskan oleh para kapten kapal yang mencoba untuk melayari “belahan bumi selatan” ketika berasumsi bahwa Bumi adalah sebuah bola bulat (Jika Bumi ini bulat, garis bujur akan semakin menyempit karena anda pindah dari khatulistiwa menuju tempat yang diduga “kutub selatan”. Namun, pada Bumi datar, garis bujur akan terus melebar mulai dari bagian luar Kutub Utara, yang berarti bahwa garis ini semakin melebar saat anda bergerak ke selatan).

Laporan oleh para penjelajah pada tahun 1700-an dan 1800-an memperkirakan bahwa mereka telah melintasi lebih dari 50.000 mil ketika mencoba untuk mengelilingi Antartika, yang sebenarnya adalah merupakan cincin es terluar di Bumi yang Datar (misalnya: James Cook, James Clark Ross, ekspedisi “Penantang” Inggris). Ingatlah bahwa, menurut NASA, bola dunia ini hanya memiliki lingkaran sejauh 25.000 mil.

Pola penerbangan yang tidak masuk akal dari pesawat komersial (Sebuah video singkat: Down South)

Laporan bahwa Polaris (Bintang Utara) telah terlihat di arah selatan sejauh 20 derajat Lintang Selatan, namun yang diduga bintang Kutub Selatan (Sigma Octantis) tidak konsisten terlihat dari setiap garis bujur bahkan di khatulistiwa (dan anomali-anomali rasi bintang lainnya yang dapat dilihat)

Pola cuaca dan arus laut lebih masuk akal di Bumi datar: Peta Kesamaan Jarak Azimut (Klik pada “bumi” di pojok kiri bawah dari peta yang ditampilkan di link ini untuk mendapatkan lebih banyak pilihan pandangan). Kebetulan, ini adalah peta yang sama yang digunakan oleh PBB dalam logo mereka.

Fakta bahwa NASA (sebuah serikat militer rahasia) tidak pernah menghasilkan sebuah foto Bumi yang sebenarnya, dan terus-menerus bekerja untuk menipu…


NASA secara terbuka mengakui bahwa gambar-gambar mereka diciptakan dengan data komputer; gambar-gambar itu bukan foto. Ketika Robert Simmon, sang visualisi dan perancang dari NASA ditanya, “Apa hal paling keren yang pernah anda lakukan sebagai bagian dari pekerjaan anda di Goddard?” dia menjawab:

“Terakhir kali ada orang yang mengambil foto dari atas orbit Bumi rendah yang menunjukkan seluruh belahan (satu sisi dari sebuah bola) adalah pada tahun 1972 selama Apollo 17. Satelit-satelit pada Sistem Observasi Bumi milik NASA (EOS) telah dirancang untuk memberikan laporan kondisi kesehatan Bumi. Pada tahun 2002, kami akhirnya memiliki data yang cukup untuk membuat sebuah foto dari keseluruhan bumi. Jadi kami yang membuatnya. Bagian yang sulit adalah menciptakan sebuah peta datar dari permukaan bumi dengan menggunakan data satelit dalam kurun waktu empat bulan. Reto Stockli, sekarang bertugas di Kantor Meteorologi dan Klimatologi Swiss, melakukan banyak pekerjaan ini. Kemudian kami membungkuskan peta datar itu di sekeliling sebuah bola. Bagian saya adalah membentuk permukaan, awan, dan lautan untuk memenuhi harapan orang banyak tentang bagaimana Bumi terlihat dari luar angkasa. Bola itu menjadi Bola Pualam Biru yang terkenal. Saya sangat senang dengan itu tetapi tidak tahu seberapa luas itu akan tersebar. Kami tidak pernah berpikir itu akan menjadi sebuah model. Saya pasti tidak pernah berpikir bahwa saya akan menjadi “Tn. Bola Biru”. Dari saat itu kami memperbarui peta dasar dengan meningkatkan resolusi dan, pada tahun 2004, kami membuat serangkaian peta bulanan”. (http://www.nasa.gov/centers/Elohimdard/about/people/RSimmon.html)




Bagaimana gambar “bola biru” dari Bumi diciptakan? Menurut NASA, sebuah “peta datar” diciptakan dari data yang dianggap data satelit dan kemudian dibungkuskan “di sekeliling sebuah bola”.  Gambar itu kemudian dipoles hingga “sesuai dengan harapan masyarakat tentang bagaimana bumi terlihat dari ruang angkasa”.


Celakalah orang yang menyembunyikan dalam-dalam rancangannya terhadap Yahuwah, yang pekerjaan-pekerjaannya terjadi dalam gelap sambil berkata: “Siapakah yang melihat kita dan siapakah yang mengenal kita?” Betapa kamu memutarbalikkan segala sesuatu! Apakah tanah liat dapat dianggap sama seperti tukang periuk, sehingga apa yang dibuat dapat berkata tentang yang membuatnya: “Bukan dia yang membuat aku”; dan apa yang dibentuk berkata tentang yang membentuknya: “Ia tidak tahu apa-apa”? (Lihat Yesaya 29:15-16).

Siapa yang anda percaya? Nabi-nabi Yahuwah atau serikat militer rahasia di NASA?



Perhatikan lidah ular yang bercabang dua yang ada pada logo NASA


Beginilah firman Yahuwah: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada Yahuwah! Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.


Diberkatilah orang yang mengandalkan Yahuwah, yang menaruh harapannya pada Yahuwah! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah. (Lihat Yeremia 17:5-8).

Sekian... 

No comments:

Post a Comment